Aku baru saja melahirkan karena himpitan
ekonomi aku pun nekat meninggalkan bayiku yang baru berumur 7 bulan
untuk di rawat suami dan ibu mertuaku,
Pertama kali menginjakan kaki di hongkong membuat
ku tertekan majikan baru yang super cerewet di larang pakai hp dan
tidak di kasih libur membuatku putus hubungan dengan keluargaku,
2
tahun sudah kontrak pertamaku selesai aku pun berniat mencari majikan
baru tampa pulang kampung terlebih dahulu,2 tahun itu juga aku baru
pertama kali mendengar suara suami beserta anaku,aku terharu mendengar
suwara anaku ternyata dia sudah besar walaupun di tlp dia memanggilku
mbak,aku menyadari mungkin ini hanya yang pertama lain kali pasti
memanggilku mama.
Di rumah bos yang baru dan kontrak yang baru.
Aku mendapatkan kebebasan yang sangat luar biasa,aku semakin tak
terkendali dengan tingkahku uang gajiku habis hanya untuk berfoya foya
aku bagaikan ke luar dri penjara semua yang aku ingingkan aku harus
penuhi..
dan ini semua telah di ketahui suamiku,seorangtetanggaku
kampung telah mengbarkan kedaanku yang amburadul,suamiku sempat marah
dan menyuruhku pulang dr pada aku harus menjadi wanita liar di negara
orang,tp aku tak perduli aku hanya mengirimkan uang buat jajan anaku
membelikan segala sesuatu yang dia butuhkan tp melalui tangan
keluargaku,tak pernah lagi aku tlp suamiku apa lagi kirim uang untuknya,
4 tahun sudah setelah bekerja di hongkong..
Ku dengar suamiku menikah lagi,dia telah menceraikan aku karena dia
bilang aku istri tak tau diri,aku cuek saja aku tak merasa sakit hati
karena aku juga bisa cari lagi.
Wallahu'alam..aku tak tau
kenapa diriku berubah,aku tahu aku salah bergaul dengan teman yang
salah,tp karena kemewahan dan kebebasan yang menjadikan aku lupa prinsip
utamaku dan kebahgian keluargaku..
Setiap malam Ku merenungi
ini semua aku semakin tua aku ingat anaku di rumah hingga aku putuskan
aku pulang kampung untuk merawatnya..
Sampai di kampung halaman.
Aku tuju rumah ibuku,karena aku tahu suamiku telah menceraikan aku,
Esok harinya pagi2 sekali aku datang ke rumah mantan suamiku karena takut anaku sudah berangkat sekolah terlebih dahulu..
Sampai di depan pintu rumah mantan suamiku ku lihat wanita itu tak lain
istri suamiku menyuapi sarapan dan merawat anaku seperti anak kandung
dia sendiri,dadaku sesak melihat itu semua segera ku hampiri mereka
dengan wajah yang terkejut wanita itu bilang siapa aku..
Memang dia
gak akan mengenalku karena aku di luar negri,dengan bergegas wanita itu
memanggil suaminya tak lain mantan suamiku...dia terkejut dan beertanya
kapan aku pulang..aku katakan baru semalam,dan tampa basa basi aku
meminta ijin untuk membawa putriku jalan2 dan meminta ijin untuk
merawatnya,
Dri awal suamiku menolak dia katakan 6 tahun sudah aku lantarkan anaku sendiri kini seenaknya mau ambil saja..
Aku menangis dan terus memohon ...karena melihat aku menangis wanita
itu kelihatan iba melihatku dia memohon sama suaminya agar menginjinkan
kalau hanya untuk jalan2,,biar bagaimanapun aku ibu kandungnya.
Akhirnya mantan suamiku mengijinkan saat beranjak mau menggandeng
tangan anaku..aku terkejut melihat dia lari ke pelukan ibu tirinya..aku
meneteskan air mata aku jatuh terkulai anaku sendiri sudah gak mau aku
gendong,aku bujuk dia aku kasih tau dia kalau aku ibu kandungnya,,dengan
menangis putriku memeluk istri suamiku sambil bilang bahwa dia lah
ibunya bukan aku..
Ya allah aku ingin menangis sekuat2nya
karena dada ini terasa sesak tp gimana lagi ku bujuk dan di bujuk ibu
tirinya dia tetap tak mau denganku..
Aku pun pasrah hingga 4
tahun sudah kepulanganku putriku tetap memanggilku tante hanya istri
mantan suamiku lah yang dia panggil ibu..
Walaupun sempat dia
panggil ibu kepadaku itu karena suruhan wanita itu..karena dia juga
memhami arti sebuah panggilan untuk jiwa seorang ibu.
Kapan nak kau memanggilku IBU..
Ku tulis cerita ini dengan air mata penyesalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar