Kamis, 24 februari .. Adalah hari ulang
tahunku yang ke 15, seperti tahun-tahun yg telah lewat, aku tidak
mendapat kejutan apapun dari mama yg sibuk dengan pekerjaanya ataupun
papa yg telah pergi meninggalkan aku dan
mama bahkan tidak mau mengaggapku sbg anak karna keadaanku yang tak
mampu berjalan bahkan bebicara, aku bagai patung pajangan dirumahku
sendiri.
Lasri, iya itulah nama mbok sri wanita yg merawatku,
pembantu yg sudah mengabdikan dirinya pada mama bertahun-tahun, dia
datang membuatkan aku nasi kuning lalu memberiku hadiah "jam dinding" ..
"artinya adalah waktu, lihat jam nya berputar, itu menandakan akan ada
waktu dimana mama bisa memeluk dan menciummu" begitu kata mbok sri yg
membelai rambut dikepalaku yg berada dipangkuanya.. Mama dimana dia, aku
ingin dia ada disini aku ingin dia yg jadi mbok sri.. Mama, aku rindu
mama.. Tidak kah mama mau memperhatikanku sedikit saja.. Ada suara
seseorang masuk rumah, mama? Itukah mama? Tidak itu bude hanah ..
Bude hanah itu galak, dia suka marah2 .. Sudah tak heran, hari ini ia
membawa berita dan aku langsung mendengar cacian dari budeku "kamu itu
anak pembawa sial ! Bapakmu pergi meninggalkan mamamu karna kamu,dari
dulu keluarga ga ada yg terima kamu, sedetikpun mamamu ga pernah mau
menggendongmu, tahu? Sekarang karna sms dari pembantu sialan yg bilang
kalau kamu ulang tahun hari ini membuat mamamu kecelakaan !" begitu
cacianya ..
Itu membuatku tak henti menangis, mama ..
Dimana dia, dia kecelakaan, karna aku , aku berteriak pada bude untuk
mengantarkan aku kemama namun yg keluar dari mulutku hanya suara aneh
"Aaaagggghhhhhuuuuhhh" itu membuat budeku melotot dan meninggalkan aku
yg masih bersama mbok sri meninggalkan sebuah kalimat "Sekarang
juga,kamu dipecat !" aku mengguncang2 tubuh mbok sri .. Dia tak mau
menegok dia hanya menunduk dan menangis lalu memeluku erat-erat ..
Tidak, mbok tidak boleh pergi .. Aku ingin bicara begitu namun aku tak
sanggup ..
New york, mama skrg berada dinew york .. Sedang apa, aku tak tahu ..
Mbok sri benar2 meninggalkan aku, aku dirumah bersama bude yg kerjanya
selalu memarahiku, aku sering mengadu sakit kepala dan mimisan namun tak
dihiraukanya .. Mataku sering kabur, tetap tak dihiraukan .. Hingga
akhirnya aku masuk rumah sakit, berbulan-bulan aku dirumah sakit, kata
dokter sakit ku leukimia .. Apa itu? Aku tak tahu .. Yg aku tahu
kepalaku sakit ..
mama .. Dia tidak pernah terlihat .. Mbok sri juga
tidak ada, yg ada hanya alat-alat diruanganku ini, sungguh bosan, aku
ingin mama, aku ingin mbok sri ..
Pukul 22.00, mama datang .. Dia
menghampiriku, aku ingin memeluknya tapi dia hanya berkata "makanya,
kalau suruh makan jangan susah .. Bikin susah orang lain saja kamu" dan
pergi lagi ..
Oh tidak, mama aku hanya ingin dipeluk, dibelai saja tak apa maa .. Kalau bisa cium aku, aku mohon maa ..
Istighfar, mbok sri selalu menyurhku mengucap istighfar bila merasa
sakit .. Aku mengucap nya dalam hati ketika aku merasa sakit seperti
saat ini, mama .. Sakit ma .. Kepalaku sakit, tubuhku sakit, namun hari
sudah malam aku berteriak namun tak ada yg dengar .. Maa .. Bantu aku
ma, mbok sri .. Mbok sri bantu aku ..
Aku tak sadar, aku tertidur
dan ketika aku bangun aku sudah berada diruang yg lengkap dengan
peralatan dokter, beberapa orang memakai seragam putih tak ada mama, tak
ada mbok sri .. Hanya bayangan papa yg kulihat diwajah dokter yg
membelai rambutku dan menyuntiku hingga aku tertidur ..
Kurnia,
itu nama mamaku .. Mama yg tak juga datang ketika aku sudah terbangun,
tak ada orang disekelilingku .. Namun aku mendengar banyak isak tangis
dari luar ruanganku, mungkin itu orang-orang yg menunggu keluarga nya di
RS ini, boneka barby ini pemberian mama 2 tahun lalu saat aku berulang
tahun .. Aku menemukanya dimeja kamarku, tak ada nama pengirimnya tapi
aku yakin itu dari mama,
cekreek.. Suara pintu terbuka !! Mama.. Itu
mama , aku tersenyum menyambutnya namun dia terpaku didaun pintu dan
memandangi aku yg tersenyum manja .. Oh tidak, air mata mama mengalir ,
mama kenapa ? Mama sedih melihatku? Aku menyusahkanmu ma? Tidak ..tidak
aku janji ma, setelah sembuh aku tidak akan nakal dan menyusahkan mama
lagi, mam berhentilah menangis maa .. Aku mohon,
mama menghampiriku,
oh tuhan, mama memeluku .. Mama menciumku .. Ingin rasanya membalas
pelukan mama namun tubuhku tak kuat .. Tubuhku melayang, aku tak ingin
tertidur .. Jangan lepaskan pelukanmu
maa.. Jangan ..
Tubuhku
terus melayang menggapai bintang, mama .. Aku melihatnya dibawah sana
memeluku, menangis terus menangis .. Namun aku terus dituntun untuk
kebintang .. Oh tidak mama tidak terlihat lagi ..mamaaa...
Aku bahagia, bahagia Disisi Allah sekarang ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar