Rabu, 04 September 2013

mencari sebuah makna kehidupan



Bagai katak di ujung tanduk,barangkali begitulah melukiskan keadaan kondisiku saat ini,

Panggil saja paija,aku seorang anak perempuan yang cacat tampa kaki sebelah,tp semua itu tak pernah menyurutkan aku mencari biaya untuk keluargaku,bapak ku sudah meninggal waktu adik bungsuku masih bayi,kini mak dan ke 6 keluargaku tinggal di sebuah gubuk kecil di pingiran kota,pada waktu pagi semua terlelap tidur aku bergegas mencari rejeki di pinggiran jalan raya untuk mengamen,mungkin karena kondisiku yang cacat sering kali ejekan demi ejekan aku terima dari temanku,sedih hati ini tidak semua orang berharap menjadi orang yang cacat.

Umur 14 tahun,ibuku sakit parah dan akhirnya meninggal,menyesal hati ini,andaikan aku punya uang yang banyak pasti nyawa ibuku terselamatkan,tp penghasilanku tidak seberapa hanya cukup untuk makan adik2 ku,kini beban semakin di pundak ku,rasa ingin sekolah aku tepis jauh2 aku harus bisa menjadi bapak dan ibu untuk 1 kakak perempuanku yang berumur 17 tahun dan adik2ku,tiap pagi sampai soreh ku berjuang mencari rejeki,sedangkan kakak sibuk mengurus di rumah merawat adik2 ku.

Kadang lelah tenaga ini lelah pikiran ini,tp hidup harus di jalani,tiap pagi aku bagaikan menjadi bapak untuk adik2ku yang mau berangkat sekolah untuk meminta uang saku.

Air mata ini menetes,jika melihat adik kecilku tidur berjejer bagaikan pindang asin yang di pajang di pasar.ku hanya bisa memandang baju dan alas tidur yang tak layak di pakai buat mereka tp apa daya aku sudah berusaha membahagiakan mereka tp aku aku sungguh sudah maksimal.

Terbesit di benak ini,aku ingin adik adiku hidup layak tidak kesusahan seperti aku dan kakak ku,akhirnya ku putus kan aku mendatangi sebuah panti asuhan dan mengharap sudi kiranya panti asuhan itu merawat adik2ku.

Alhamdulillah ALLAH MAHA BESAR,mereka dengan senang hati menerima ke empat adiku,dengan dalih berbohong ku ajak mereka ke sebuah rumah besar dan bersih yaitu pondok sebuah yatim piatu,Air mata ini meleleh di kalah melihat adik2 ku berlarian ke lapangan dan main ayun2an aku belum pernah sekalipun melihat wajah bhagia mereka seperti saat ini,tiba waktunya aku undur diri,pak ustat pun berharap aku tinggal di tempat ini,tp ku tolak permintaan itu,kakak ku akan menikah dia akan tinggal dengan suaminya aku akan menempati rumah kecil peninggalan bapak ibuku.

Ku cium adiku satu persatu,mereka melihat air mataku membasahi pipiku,dan bertanya " kenapa kakak menangis.." ujar salah satu adiku, "kakak hanya capek ujarku,kalian di sini baik baik dengarkan kata pak ustat dan ibu2 yang merawat kalian..!!" kataku sambil berlinangan air mataku.
"tidak kak,kita mau ikut kakak saja kami janji gak nakal jangan tinggal kami kak..." ujar salah satu adiku,betapa runtuh hati jiwa ini,belum pernah sekalipun kami berpisah,tp demi kebahagiaan mereka ini harus di terjadi,
"Dengar ya,kalau kalian masih menangis dan gak dengar omonganku jangan harap kalian bertemu aku lagi.." kataku sambil sedikit membentak.
"iya kak,kami janji akan patuh sama pak ustat dan ibu di sini yang merawat kami,tapi kakak janji jangan pernah tinggal kan kami..."
Ya allah,sungguh aku tak mampu menrima ucapan salah satu adiku,aku sungguh gak mampu ku peluk mereka dan kami pun menangis bersama sama.dan aku pun berpamitan pada adik2ku "jaga diri kalian baik2,lain kali kakak akan datang menjenguk kalian.."ujarku.

"iya kakak,kami tunggu,kata si bungsu,da ..da ..da kakak ..cepat jenguk kami lagi ya,"dia lambaikan tangan untuku sambil ku lihat air mata mereka menetes di pipinya.

Akupun berpamitan,sekali lagi pak ustat menawariku tinggal di asrama,tp aku tolak,aku ingin merawat rumah peninggalan orang tuaku.
Setelah ku keluar dari pintu pagar,ku lihat adik bungsuku lari mengejarku sambil menangis memanggil namaku,dengan cepa2 aku langkahkan kaki ini yang di temani sebuah kayu untuk menghindari adiku.

"Kakakkkkkkkkkk....jangan tinggal kan kami,aku mau kakak...." ku dengar rengekan si bungsu,aku yang sembunyi di balik mobil yang terparkir di depan asrama pun tak mampu memendung air mata,MAAF kan aku,,ini semua demi kebaikan kalian batinku.

Kini rumah yang aku tempati begitu sepi.tak terasa air mata ini jatuh di pipi,aku rindu adik2 u,aku rindu canda tawa mereka,aku rindu melihat mereka gembira sekali di saat aku pulang ngamen ku bawakan cilok kesukaan mereka,tp kini hidupku sunyi sepi,tapi aku berharap mereka akan sukses suatu kelak tidak seperti aku yang cacat dan tidak berpendidikan sama sekali,malam telah larut,mata ini ingin ku tutup,tapi air mata ini tetap meleleh..AKU KANGEN KALIAN DIK ucap lirihku dan akhrinya aku pun tertidur.

~TAMAT~

*NIB : mampukah kita menyayangi saudara saudara kita.

=>

anakku cahaya hidup ku


Sejak kecil ke dua anaku sudah menjadi piatu dengan berjualan krupuk di sebuah pasar kropyak aku pun berusaha memenuhi kebutuhan mereka.
hingga di saat mereka memasuki dewasa aku betul betul tidak mampu untuk membiayai ke dua putraku memasuki perguruan tinggi,
Tiba tiba di saat aku melamun putra sulungku pun mengahimpiri ku. "pak sudahlah aku gak usah sekolah,biar si bungsu yang meneruskan sekolahnya,aku ingin membantu bapak mencari biaya buat si bungsu." ujar si sulung aku pun meminta maaf sebagai orang tua aku tak sanggup membahagiakan mereka.

Beberapa tahun kemudian si bungsu sudah menjadi seorang dokter terkenal dan di tugaskan di luar negri,hatiku begitu bangga dengan kesukses nya itu,tp tidak dengan putra sulungku,karenasekolah terlalu rendah dia pun membuka usaha jualan krupuk di rumah dan keliling dari kampung ke kampung lain.

Hingga suatu saat telah terjadi sesuatu putra sulungku tertabrak mobil dri belakang dan kepala nya membentur keras ke aspal mengakibatkan dia mengalami kebutaan,hatiku sedih ingin aku membantunya mencari penambahan penghasilan tp umurku sudah 85 tahun,aku seorang kakek tua yang hanya bisa berbaring di kasur karena badan ini sudah tak sanggup untuk melakukan aktifitas sehari2.

Hingga soreh itu ku dengar putra bungsu ku datang dan berniat ingin membawaku ke luar negri dan merawatku,si sulung pun bersikeras dia masih mampu untuk merawatku dan keberatan jika aku di bawa ke luar negri.
Debat saudara itu pun berlanjut dan si bungsu berniat membawa ini ke pengadilan..

Hatiku menangis pilu kenapa semua ini terjadi ke dua anaku bertahan ingin merawatku bapak tua yang hanya bisa menjadi penghuni tempat tidur,

Persidangan pun di mulai aku melihat putra sulungku begitu sedih aku yakin dia akan berusaha untuk mempertahankan aku tetap tinggal bersama dia,persidangan demi persidangan mereka tetep bersikukuh untuk merawatku.
Aku berpikir anak bungsuku mampu membayar biaya pengacara tp bagimana si sulung,
Ya allah dengan membawa tongkat tiap pagi hari dia berangkat untuk menjual krupuk daganganya dia berusaha mencari biaya untuk menyewa pengacara karena takut hak asu jatuh ke tangan si bungsu.

Di kelanjutan persidangangan akhirnya pengadilan menyuruh aku datang menjadi saksi dan pak hakim pun bertanya padaku mau ikut siapa
"anak sulungku adalah mata kananku,anak bungsuku adalah mata kiriku,aku tak mau kehilangan sebelah mataku " ujarku..tampa ku sadari anak sulungku dan si bungsu datang memeluk aku mereka menangis dan selalu ucapkan terima kasih ke padaku,tk lupa pula ku ucap syukur di beri ke dua putra yang begitu menyangiku.
Dan keputusan hakim pun aku tetap di rawat putra sulungku,karena sekian tahun aku tinggal bersamanya.

Mendengar keputusan itu pun si bungsu menangis dan meminta maaf karena tak bisa merawatku,dan dia pun berjanji semua biaya aku dan kakanya dia yang menangung dan berniat mengobati mata kakaknya yang buta karena kecelakaan.

Air mata ini jatuh ku ucap syukur ke pada sang pencipta karen memberi ke dua putra yang begitu menyayangiku.
Jika anak orang lain bersitegang ke pengadilan karena harta warisan,tidak dengan putraku,mereka memperebutkan hak mengasuhku.

*APA YANG KITA TANAM SAAT INI INGATLAH KELAK KITA AKAN MEMETIK BUAHNYA.

Like fp nya ya.

==>

penesalan seorang anak kepada ibunya

Ibuku buta sebelah matanya, aku sangat malu dan sangat membencinya. Dia memasak dikantin sekolah untuk murid-murid dan guru-guru guna mencukupi kebutuhan dirinya dan diriku. Suatu hari saat aku masuk sekolah dia mendatangiku dan mengucap salam kepadaku. Aku begitu malu didepan teman-temanku, bagaimana dia bisa melakukan itu kepadaku dihadapan teman-temanku. Lalu aku abaikan dia dan melemparkan pandangan benci kepadanya sambil berlari.

Besoknya salah seorang temanku mengejekku dengan berkata “heh ibumu hanya punya sebelah mata” Saat itu ingin mati aku rasanya, dan ingin ibuku itu hilang dan pergi dari kehidupanku. Lalu aku bertengkar dengan ibuku seraya mengatakan: “kalau ibu hanya menjadi bahan tertawaan teman-temanku mengapa ibu tak mati saja” Ibuku hanya diam dan tak menjawab makian yang aku tujukan kepadanya.Aku sama sekali tak memikirkan apa yang aku katakan kepadanya, karena saat itu aku sangat marah kepadanya karena memendam rasa malu. Dan aku juga tidak memperdulikan perasaannya terhadap makianku itu

Rasanya aku ingin keluar dari rumah ibuku. Jadi aku belajar dengan rajin agar aku dapat beasiswa keluar negeri dan meninggalkan ibuku yang buta itu.

Setelah lama berselang aku menikah, kubeli rumah dan aku hidup bahagia dengan mempunyai dua anak. Suatu waktu ibuku mengunjungiku, karena sudah bertahun-tahun dia tidak menemuiku dan tidak pernah bertemu dengan cucunya. Ketika dia memberi salam dan istriku membukakan pintu lalu anak-anakku menertawakannyakemudian takut karena melihat wajahnya yang hanya dengan satu mata. Lalu aku menemuinya diluar dan berteriak kepadanya: “betapa beraninya kamu kerumahku dan menakut-nakuti anak-anakku, pergi dari sini sekarang juga” Ibuku hanya menjawab: “ Maaf saya salah alamat dan kemudian dia pun pergi”

Suatu waktu ada undangan reuni sekolah dikirimkan kerumahku. Jadi aku berbohong kepada istriku dan aku bilang ada dinas keluar kota kepadanya. Usai reuni aku mampir kekampungku hanya untuk sekedar rasa ingin tahu. Kemudian salah seorang tetanggaku mengatakan kepadaku bahwa ibuku telah meninggal dunia

Aku tak terharu ataupun meneteskan airmata. Lalu tetanggaku itu menyerahkan sepucuk surat dari ibuku untukku. Lalu aku pun membuka dan membacanya:

Anakku tersayang, aku memikirkanmu setiap saat.
Maafkan aku telah datang kerumahmu dan menakut-nakuti anak-anakmu.
Aku kerumahmu karena kangen dan ingin melihat cucuku.
Walaupun kamu mengusirku tapi aku senang dapat melihatmu dan anak-anakmu.
Dan aku sangat bergembira setelah aku dengar engkau mau datang reuni.
Tapi sayangnya aku tidak bisa bangkit dari tempat tidurku untuk melihatmu.
Anakku, maafkan aku yang telah membuatmu malu sewaktu kita masih bersama.
Ketahuilah anakku, sewaktu kau masih kecil kau mengalami kecelakaan yang membuatmu kehilangan sebelah matamu.
Sebagai seorang ibu aku tidak bisa mendiamkan kamu tumbuh hidup hanya dengan satu mata saja.
Jadi aku donorkan mataku yang sebelah untukmu.
Aku sangat bangga pada anakku yang telah memperlihatkanku dunia baru untukku ditempatku dengan mata itu.
Bersama dengan cintaku.
IBUMU.

Akupun hanya bisa terkulai lemas memegang surat itu,MAAFKAN AKU IBU.

~TAMAT~

Kau korbankan nyawa mu demi anakmu ini bu

Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya telah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya itu.
Ternyata anaknya mempunyai tabiat yang buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, sehingga membuat ibunya sering menangis meratapi nasibnya yang malang.
Ibu itu sering berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, tolonglah Engkau mau menyadarkan anakku yang kusayangi, supaya ia tidak berbuat kejahatan lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati.”
Namun, semakin lama anak itu semakin larut dalam perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia masuk keluar penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah seorang penduduk. Sialnya, ia bernasib malang dan akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat. Kemudian ia dibawa menghadap raja untuk diadili, sesuai dengan kebiasaan di kerajaan itu. Setelah ditimbang berdasarkan perbuatannya, maka tanpa ampun si anak dijatuhi hukuman pancung.
Pengumuman akan hal ini disebarkan ke seluruh desa. Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya di depan rakyat tepat pada saat lonceng gereja berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman pancung ini juga sampai ke telinga si ibu. Dia menangis sambil meratapi anaknya yang ia kasihi. Sambil berlutut, ia berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, ampunilah anak hamba. Biarlah hamba-Mu yang sudah tua dan renta ini yang memikul dosa dan kesalahannya.”
Dengan tertatih-tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya jangan sampai di hukum pancung, namun keputusan sudah bulat. Si anak harus menjalani hukumannya. Dengan hati yang hancur, si ibu pulang ke rumah. Dia tidak berhenti berdoa supaya anaknya diampuni. Karena kelelahan dia tertidur dan dalam tidurnya ia kemudian bertemu dengan Tuhan.
Keesokan harinya, di tempat yang sudah disediakan, rakyat berbondong-bondong datang untuk menyaksikan hukuman pancung itu. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan si anak sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa, ia menyesali perbuatannya. Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Namun, sampai waktu yang ditentukan, lonceng tidak juga berdentang.
Suasana mulai berisik. Sudah lewat lima menit dari waktunya. Akhirnya ditemuilah petugas yang bertugas membunyikan lonceng di gereja. Petugasnya pun mengaku heran, karena sudah sejak tadi ia menarik tali lonceng, namun suaranya tidak ada.
Ketika mereka semua masih terheran-heran,tiba-tiba dari tali yang dipegangnya mengalir darah yang datangnya dari atas, berasal dari rumah lonceng di atas gedung gereja. Dengan hati yang berdebar-debar semua orang menantikan ketika beberapa orang naik ke atas untuk menyelidiki sumber darah itu.
Tahukah Anda apa yang sebenarnya terjadi? Ternyata dalam lonceng besar itu ditemukan tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Ibu tua itu yang berada dalam lonceng tersebut sedang memeluk bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tak berbunyi. Sebagai gantinya kepala ibu tua itu yang setiap kali terbentur kepada dinding lonceng sehingga hancur.
Seluruh orang yang menyaksikan merasa ngeri melihat pemandangan yang menyedihkan itu, sehingga mereka meneteskan air mata. Sementara anak lelaki itu memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selama ini hanya dapat membuat hati ibunya kecewa.
Ternyata, pada malam sebelumnya, si Ibu dengan susah payah menaiki rumah lonceng dan masuk ke dalam lonceng itu untuk dapat memeluk bandulnya, agar lonceng tidak dapat berdentang, sehingga anaknya tidak perlu dipancung.
Demikian, sangat jelas kasih seorang Ibu untuk anaknya. Walaupun betapa jahatnya si anak. Marilah kita dapat menunjukkan kasih sayang kita terhadap orangtua masing-masing selagi kita masih mampu karena sesungguhnya mereka adalah sumber kasih sayang hidup kita.
~TAMAT~

Panggil Aku Ibu Nak

Aku baru saja melahirkan karena himpitan ekonomi aku pun nekat meninggalkan bayiku yang baru berumur 7 bulan untuk di rawat suami dan ibu mertuaku,
Pertama kali menginjakan kaki di hongkong membuat ku tertekan majikan baru yang super cerewet di larang pakai hp dan tidak di kasih libur membuatku putus hubungan dengan keluargaku,
2 tahun sudah kontrak pertamaku selesai aku pun berniat mencari majikan baru tampa pulang kampung terlebih dahulu,2 tahun itu juga aku baru pertama kali mendengar suara suami beserta anaku,aku terharu mendengar suwara anaku ternyata dia sudah besar walaupun di tlp dia memanggilku mbak,aku menyadari mungkin ini hanya yang pertama lain kali pasti memanggilku mama.

Di rumah bos yang baru dan kontrak yang baru.

Aku mendapatkan kebebasan yang sangat luar biasa,aku semakin tak terkendali dengan tingkahku uang gajiku habis hanya untuk berfoya foya aku bagaikan ke luar dri penjara semua yang aku ingingkan aku harus penuhi..
dan ini semua telah di ketahui suamiku,seorangtetanggaku kampung telah mengbarkan kedaanku yang amburadul,suamiku sempat marah dan menyuruhku pulang dr pada aku harus menjadi wanita liar di negara orang,tp aku tak perduli aku hanya mengirimkan uang buat jajan anaku membelikan segala sesuatu yang dia butuhkan tp melalui tangan keluargaku,tak pernah lagi aku tlp suamiku apa lagi kirim uang untuknya,

4 tahun sudah setelah bekerja di hongkong..

Ku dengar suamiku menikah lagi,dia telah menceraikan aku karena dia bilang aku istri tak tau diri,aku cuek saja aku tak merasa sakit hati karena aku juga bisa cari lagi.

Wallahu'alam..aku tak tau kenapa diriku berubah,aku tahu aku salah bergaul dengan teman yang salah,tp karena kemewahan dan kebebasan yang menjadikan aku lupa prinsip utamaku dan kebahgian keluargaku..

Setiap malam Ku merenungi ini semua aku semakin tua aku ingat anaku di rumah hingga aku putuskan aku pulang kampung untuk merawatnya..

Sampai di kampung halaman.

Aku tuju rumah ibuku,karena aku tahu suamiku telah menceraikan aku,
Esok harinya pagi2 sekali aku datang ke rumah mantan suamiku karena takut anaku sudah berangkat sekolah terlebih dahulu..
Sampai di depan pintu rumah mantan suamiku ku lihat wanita itu tak lain istri suamiku menyuapi sarapan dan merawat anaku seperti anak kandung dia sendiri,dadaku sesak melihat itu semua segera ku hampiri mereka dengan wajah yang terkejut wanita itu bilang siapa aku..
Memang dia gak akan mengenalku karena aku di luar negri,dengan bergegas wanita itu memanggil suaminya tak lain mantan suamiku...dia terkejut dan beertanya kapan aku pulang..aku katakan baru semalam,dan tampa basa basi aku meminta ijin untuk membawa putriku jalan2 dan meminta ijin untuk merawatnya,
Dri awal suamiku menolak dia katakan 6 tahun sudah aku lantarkan anaku sendiri kini seenaknya mau ambil saja..
Aku menangis dan terus memohon ...karena melihat aku menangis wanita itu kelihatan iba melihatku dia memohon sama suaminya agar menginjinkan kalau hanya untuk jalan2,,biar bagaimanapun aku ibu kandungnya.

Akhirnya mantan suamiku mengijinkan saat beranjak mau menggandeng tangan anaku..aku terkejut melihat dia lari ke pelukan ibu tirinya..aku meneteskan air mata aku jatuh terkulai anaku sendiri sudah gak mau aku gendong,aku bujuk dia aku kasih tau dia kalau aku ibu kandungnya,,dengan menangis putriku memeluk istri suamiku sambil bilang bahwa dia lah ibunya bukan aku..

Ya allah aku ingin menangis sekuat2nya karena dada ini terasa sesak tp gimana lagi ku bujuk dan di bujuk ibu tirinya dia tetap tak mau denganku..

Aku pun pasrah hingga 4 tahun sudah kepulanganku putriku tetap memanggilku tante hanya istri mantan suamiku lah yang dia panggil ibu..

Walaupun sempat dia panggil ibu kepadaku itu karena suruhan wanita itu..karena dia juga memhami arti sebuah panggilan untuk jiwa seorang ibu.

Kapan nak kau memanggilku IBU..

Ku tulis cerita ini dengan air mata penyesalan.

Pelukan Terakhir

Kamis, 24 februari .. Adalah hari ulang tahunku yang ke 15, seperti tahun-tahun yg telah lewat, aku tidak mendapat kejutan apapun dari mama yg sibuk dengan pekerjaanya ataupun papa yg telah pergi meninggalkan aku dan mama bahkan tidak mau mengaggapku sbg anak karna keadaanku yang tak mampu berjalan bahkan bebicara, aku bagai patung pajangan dirumahku sendiri.

Lasri, iya itulah nama mbok sri wanita yg merawatku, pembantu yg sudah mengabdikan dirinya pada mama bertahun-tahun, dia datang membuatkan aku nasi kuning lalu memberiku hadiah "jam dinding" .. "artinya adalah waktu, lihat jam nya berputar, itu menandakan akan ada waktu dimana mama bisa memeluk dan menciummu" begitu kata mbok sri yg membelai rambut dikepalaku yg berada dipangkuanya.. Mama dimana dia, aku ingin dia ada disini aku ingin dia yg jadi mbok sri.. Mama, aku rindu mama.. Tidak kah mama mau memperhatikanku sedikit saja.. Ada suara seseorang masuk rumah, mama? Itukah mama? Tidak itu bude hanah ..
Bude hanah itu galak, dia suka marah2 .. Sudah tak heran, hari ini ia membawa berita dan aku langsung mendengar cacian dari budeku "kamu itu anak pembawa sial ! Bapakmu pergi meninggalkan mamamu karna kamu,dari dulu keluarga ga ada yg terima kamu, sedetikpun mamamu ga pernah mau menggendongmu, tahu? Sekarang karna sms dari pembantu sialan yg bilang kalau kamu ulang tahun hari ini membuat mamamu kecelakaan !" begitu cacianya ..

Itu membuatku tak henti menangis, mama ..
Dimana dia, dia kecelakaan, karna aku , aku berteriak pada bude untuk mengantarkan aku kemama namun yg keluar dari mulutku hanya suara aneh "Aaaagggghhhhhuuuuhhh" itu membuat budeku melotot dan meninggalkan aku yg masih bersama mbok sri meninggalkan sebuah kalimat "Sekarang juga,kamu dipecat !" aku mengguncang2 tubuh mbok sri .. Dia tak mau menegok dia hanya menunduk dan menangis lalu memeluku erat-erat .. Tidak, mbok tidak boleh pergi .. Aku ingin bicara begitu namun aku tak sanggup ..

New york, mama skrg berada dinew york .. Sedang apa, aku tak tahu ..
Mbok sri benar2 meninggalkan aku, aku dirumah bersama bude yg kerjanya selalu memarahiku, aku sering mengadu sakit kepala dan mimisan namun tak dihiraukanya .. Mataku sering kabur, tetap tak dihiraukan .. Hingga akhirnya aku masuk rumah sakit, berbulan-bulan aku dirumah sakit, kata dokter sakit ku leukimia .. Apa itu? Aku tak tahu .. Yg aku tahu kepalaku sakit ..
mama .. Dia tidak pernah terlihat .. Mbok sri juga tidak ada, yg ada hanya alat-alat diruanganku ini, sungguh bosan, aku ingin mama, aku ingin mbok sri ..
Pukul 22.00, mama datang .. Dia menghampiriku, aku ingin memeluknya tapi dia hanya berkata "makanya, kalau suruh makan jangan susah .. Bikin susah orang lain saja kamu" dan pergi lagi ..
Oh tidak, mama aku hanya ingin dipeluk, dibelai saja tak apa maa .. Kalau bisa cium aku, aku mohon maa ..

Istighfar, mbok sri selalu menyurhku mengucap istighfar bila merasa sakit .. Aku mengucap nya dalam hati ketika aku merasa sakit seperti saat ini, mama .. Sakit ma .. Kepalaku sakit, tubuhku sakit, namun hari sudah malam aku berteriak namun tak ada yg dengar .. Maa .. Bantu aku ma, mbok sri .. Mbok sri bantu aku ..
Aku tak sadar, aku tertidur dan ketika aku bangun aku sudah berada diruang yg lengkap dengan peralatan dokter, beberapa orang memakai seragam putih tak ada mama, tak ada mbok sri .. Hanya bayangan papa yg kulihat diwajah dokter yg membelai rambutku dan menyuntiku hingga aku tertidur ..

Kurnia, itu nama mamaku .. Mama yg tak juga datang ketika aku sudah terbangun, tak ada orang disekelilingku .. Namun aku mendengar banyak isak tangis dari luar ruanganku, mungkin itu orang-orang yg menunggu keluarga nya di RS ini, boneka barby ini pemberian mama 2 tahun lalu saat aku berulang tahun .. Aku menemukanya dimeja kamarku, tak ada nama pengirimnya tapi aku yakin itu dari mama,
cekreek.. Suara pintu terbuka !! Mama.. Itu mama , aku tersenyum menyambutnya namun dia terpaku didaun pintu dan memandangi aku yg tersenyum manja .. Oh tidak, air mata mama mengalir , mama kenapa ? Mama sedih melihatku? Aku menyusahkanmu ma? Tidak ..tidak aku janji ma, setelah sembuh aku tidak akan nakal dan menyusahkan mama lagi, mam berhentilah menangis maa .. Aku mohon,
mama menghampiriku, oh tuhan, mama memeluku .. Mama menciumku .. Ingin rasanya membalas pelukan mama namun tubuhku tak kuat .. Tubuhku melayang, aku tak ingin tertidur .. Jangan lepaskan pelukanmu
maa.. Jangan ..
Tubuhku terus melayang menggapai bintang, mama .. Aku melihatnya dibawah sana memeluku, menangis terus menangis .. Namun aku terus dituntun untuk kebintang .. Oh tidak mama tidak terlihat lagi ..mamaaa...
Aku bahagia, bahagia Disisi Allah sekarang ..

Kisah Aku Dan Ibuku


Konon pada jaman dahulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan.. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sdh tdk berdaya sehingga tdk memberatkan kehidupan anak2nya..

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya kehutan, krn si Ibu telah lumpuh dan agak pikun..
Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tsb dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih krn ternyata dia tdk menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya..

Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata 'Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil smp dewasa Ibu selalu merawatmu dgn segenap cintaku. Bahkan smp hari ini rasa sayangku tdk berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sdh menandai sepanjang jalan yang kita lalui dgn ranting2 kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah..'

Setelah mendengar kata2 tsb, si anak menangis dgn sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendonya utk membawa si Ibu pulang kerumah. Pemuda tsb akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya smp Ibunya meninggal..

Orang tua bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tdk berdaya..
Krn pd saat engkau menggapai sukses atau saat engkau dlm keadaan susah, hanya orang tua yang mengerti kita dan bathinnya akan menderita kalau kita susah.. Bukan istri, suami, ataupun teman..

Orang tua kita tdk pnah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kpd orang tua.. Namun Papa dan Mama kita akan tetap mengasihi kita..
Mulai sekarang mari kita lebih mengasihi orang tua kita selagi mereka masih hidup..

By "Pietha Mietzhu"
Bantu kirim yg merasa syang sama ortu'a
i Loveee u ibu ♡

Kata Terakhir

Seorang gadis remaja yang bernama Dewi pulang ke rumahnya dengan hati kesal.Sebelumnya Dewi cekcok dengan sahabat dekatnya yang selama ini selalu bersikap manis kepadanya.

"Dewi!",terdengar suara ibunya memanggil."Dewi,kamu sebaiknya segera mengganti baju sekolahmu dan segera makan siang! Ibu sudah capek nunggu kamu di meja makan."

"Tunggu sebentar ma..",sahut Dewi dengan suara malas.Beberapa saat kemudian dewi memasuki ruang makan dan duduk berhadapan dengan ibunya.

"Dewi,kalo ngomong itu yang sopan sama ibu! Jadi anak jangan kurang ajar sama orang tua!",omel si Ibu.

Mendengar perkataan ibunya membuat dewi semakin kesal.Dewipun sengaja mengambil makanan dengan kasar sehingga beberapa bulir nasi berhamburan di meja.

"Dewi!!Kamu sekarang sudah berani kurang ajar sama mama!! Masuk ke kamarmu sekarang!!",perintah si ibu dengan mata berapi-api.

"Ga mau!",jawab dewi dengan entengnya.

"Coba kamu katakan sekali lagi ??!!" tanya si ibu.

"Oke.GA MAU MAMA!!" tegas dewi.

"ANAK KURANG AJAR!!",bentak si ibu dilanjutkan dengan melayangkan sebuah tamparan keras ke wajah anaknya.

"Dewi BENCI MAMA!!" teriak Dewi histeris sambil berlari keluar rumah .

"Dewi,KEMBALI KAMU!!",teriak si ibu.

"DEWI BENCI MAMA!!",dewi kembali berteriak sambil berlari menyebrangi jalan.

Dewi terus berlari hingga ia mendengar suara ban berdecit diiringi suara teriakan orang-orang disekitarnya.Dewipun segera membalikan tubuhnya sambil berharap sesuatu yang buruk tidak terjadi.

"TIDAKKK!"Dewi menjerit sambil berlari menerobos kerumunan massa.Dia melihat ibunya terbaring di aspal dengan tubuh bersimbah darah.
"Ma,maafkan dewi ma.Ayo bangun ma..",ucap dewi sambil memeluk ibunya.

Ibunya sudah tidak bergerak dan bernapas lagi.Dia telah tiada.
Sambil memeluk ibunya,dewi menengadah ke langit.
Dia tidak percaya telah menyakiti hari ibunya sebelum ibunya tiada.

Kepada para pembaca yang telah mengatakan suatu hal buruk kepada orang tua atau sesama.Mungkin itu adalah kata terakhir yang pernah anda ucapkan kepadanya.

Kata Terakhir

Seorang gadis remaja yang bernama Dewi pulang ke rumahnya dengan hati kesal.Sebelumnya Dewi cekcok dengan sahabat dekatnya yang selama ini selalu bersikap manis kepadanya.

"Dewi!",terdengar suara ibunya memanggil."Dewi,kamu sebaiknya segera mengganti baju sekolahmu dan segera makan siang! Ibu sudah capek nunggu kamu di meja makan."

"Tunggu sebentar ma..",sahut Dewi dengan suara malas.Beberapa saat kemudian dewi memasuki ruang makan dan duduk berhadapan dengan ibunya.

"Dewi,kalo ngomong itu yang sopan sama ibu! Jadi anak jangan kurang ajar sama orang tua!",omel si Ibu.

Mendengar perkataan ibunya membuat dewi semakin kesal.Dewipun sengaja mengambil makanan dengan kasar sehingga beberapa bulir nasi berhamburan di meja.

"Dewi!!Kamu sekarang sudah berani kurang ajar sama mama!! Masuk ke kamarmu sekarang!!",perintah si ibu dengan mata berapi-api.

"Ga mau!",jawab dewi dengan entengnya.

"Coba kamu katakan sekali lagi ??!!" tanya si ibu.

"Oke.GA MAU MAMA!!" tegas dewi.

"ANAK KURANG AJAR!!",bentak si ibu dilanjutkan dengan melayangkan sebuah tamparan keras ke wajah anaknya.

"Dewi BENCI MAMA!!" teriak Dewi histeris sambil berlari keluar rumah .

"Dewi,KEMBALI KAMU!!",teriak si ibu.

"DEWI BENCI MAMA!!",dewi kembali berteriak sambil berlari menyebrangi jalan.

Dewi terus berlari hingga ia mendengar suara ban berdecit diiringi suara teriakan orang-orang disekitarnya.Dewipun segera membalikan tubuhnya sambil berharap sesuatu yang buruk tidak terjadi.

"TIDAKKK!"Dewi menjerit sambil berlari menerobos kerumunan massa.Dia melihat ibunya terbaring di aspal dengan tubuh bersimbah darah.
"Ma,maafkan dewi ma.Ayo bangun ma..",ucap dewi sambil memeluk ibunya.

Ibunya sudah tidak bergerak dan bernapas lagi.Dia telah tiada.
Sambil memeluk ibunya,dewi menengadah ke langit.
Dia tidak percaya telah menyakiti hari ibunya sebelum ibunya tiada.

Kepada para pembaca yang telah mengatakan suatu hal buruk kepada orang tua atau sesama.Mungkin itu adalah kata terakhir yang pernah anda ucapkan kepadanya.

Rabu, 08 Mei 2013

Anakku Adalah Maduku


Panggil aja aku nur,aku menikah dengan duda yang jauh lebih tua dengan diriku dan mempunyai 1 anak cewek yang beda 7 tahun dari diriku bernama maya,

Aku sangat sayang sama maya,karena ku anggap dia anak Piatu apa pun yang di lakukan tak pernah sekalipun aku melarang atau memarahi,tp karena sering aKu manja maya menjadi gadis yang liar dan susah di atur,di saat maya berumur 21 tahun dan aku 28 tahun,kejadian yang tak kami Inginkan telah terjadi,suamiku meninggal karena serangan Jantung,aku begitu terpukul.

Setelah kematian ayahnya,maya semakin menjadi Gadis liar dan nakal dia sudah Tidak pernah lgi menggap aku sebagai ibunya lagi,hingga di tahun ke dua kepergian suamiku,maya pun menikah dan tinggal ikut suaminya di luar jawa.dan aku pun menikah Dengan lelaki duda tanpa anak.

4 tahun pernikahan kami,tiba tiba maya datang ke rumah kami mengabarkan kalau dia sudah bercerai dengan suami dan ingin mencari kos2 an di kota kami,krn aku begitu sayang sama dia aku halangi dia berniat demikian, aku suruh maya tinggal bersama aku dan suamiku.

5 tahun pernikahan kami,tanda tanda kehamilan tak pernah kami dapati,aku sudah periksa ke dokter tap dokter mengatakan kandungan sehat,tp sayang suamiku tak pernah mau Periksa ke dokter..

Hingga kabar mengejutkan itu pun akhirnya aku dengar,Maya hamil karena suamiku,sungguh aku tak percaya dengan apa yang terjadi tp ini benar2 telah terjadi,ku lihat wajah maya tanpa beban dosa sedikitpun,tidak demiikian dengan suamiku dia berkali kali meminta maaf terhadap ku dan memohon jangan pernah tinggalkan dia,

Pernikahan itu pun di gelar,Aku hanya bisa diam di kamar dan meratapi ini semua air mata ini jatuh tampa henti,Ingin aku pergi dan meninggalkan suamiku,tp melihat penyesalan suamiku yang begitu dalam dan tak sanggup kehilangan aku,itu yang menjadi piikiranku.

"jika mama pergi meninggalkan papa,lebih baik aku tak menikah i maya,karena cInta ini hanya milik mama,kami melakukan itu hanya sekali di saat Aku pulang dalam keadaan mabuk,pada waktu mama pulang ke rumah Ibu dulu,maaf in aku ma sungguh maaf in aku lebih baik kehilangan segalanya,dri pada kehiilangan mAma.." kata suamiku.
Hati ini menangis pilu hati bagikan di tusuk tombak yang amat tajam dengan kejadian ini tapi lagi lagi hatiku kecilku pun menuntut aku menjadi seorang yang IKLAS,,

Di saat malam pertama mereka ku lihat maya memeluk mesra suamiku di depanku.mencium dan memeluk suami ku di depanku hati ini bagaikan mati karena sakit hati yang aku alami.

Setelah sekian bulan perut maya semakin membesar,suamiku sudah tak pernah menjamahku sama sekali,karena maya akan marah besar jika melihat suamiku mendekatiku,,

Air mata ini sudah kering,jiwa ini sudah tenang Karena hanya keiklasan yang bisa membuat aku bertahan sampi saat saat ini.

Sepulang dari pengajian ku dapati rumah kami sepi,Tetangga mengatakan kalau maya dan suami lagi pergi ke Pasar malam untuk jalan2,tiba2 tlp rumah berdering dan ternyata polisi mengabarkan suami dan maya kecelekaan di tubruk mobil dari belakang,tangan dan kaki ini lemas seketika,dengan tergesa gesa aku bergegas ke rumah sakit,maya luka parahh kakiNya harus di amputasi dan bayi dalam kandungan harus segera Di ambil walapun masih berumur 8 bulan.karena kekurangan darah,ku sumbangkan darah ini untuknya ,dalam doaku semoga anakku maya baik2 saja sedangkan suamiku hanya luka memar Di beberapa bagian badan saja,

"Maafkan aku ibu" ucapan yang telah lama tak pernah aku dengar dari maya,aku beGitu terharu pada akhirnya anaku memanggil ibu walaupun bukan darah dagingKu,dia Katakan dia tak mau menjalani oprasi pemotongan ke Dua kakinya,dia hanya pesan "bu,belum sekalipun aku Membahagiakanmu,ini semua teguran dari Tuhan untuku,Maafkan aku sebelum kepergianku ku ingin minta tolong sekali lagi,titip anaku Sayangi dia seperti kau menyayangiku,dia bukan anak Suami ibu,Dia anak lelaki yang tak pernah jelas keberadaanya,aku mengenal dia di BAR,setelah mengetahui aku hamil dia menghilang dan terpaksa aku mengaku ini anak suami ibu,sekali lagi maaf bu" dan tangan maya pun lemas Dan dingin,secepatnya para dokter pun melakukan oprasi pengangkatan bayi,setelah bayi itu lahi maya pun telah berpulang ke pangkuan sang khalik,kini bayi laki laki berwajah bule itu pun ku gendong,suamiku pun baru tau,kalau bayi itu bukan darah dagingya,

Kini kamii pun hidup bertiga,kami pun bahagia menyangi dan merawat bayi laki2 yang lucu itu seperti darah daging kami sendiri.Karena kami tidak akan mempunyai kesempatan mempunyai anak,Karena suami yang di nyatakan Mandul oleh sang dokter.

~TAMAT~

NIB : KITA TIDAK AKAN PERNAH TAHU,KEBAHAGIAAN ITU KAPAN AKAN DATANG,JIKA HATI IKLAS,ITULAH YANG BIKIN HIDUP KITA TENANG DAN TENTRAM..

*Tapi jujur saja menjadi seorang Yang iklas,sungguh aku sendiri tak sanggup.

___

Jeritan Hati Bayi Diluar Nikah


Suatu hari ada seorang wanita berlari-lari kecil menggendong bayinya hasil hubungan luar nikah... Di sertai hujan gerimis dia terus berjalan.. Suara hati kecil si bayi berkata "Ma papa mana kok sendirian ma? Ma aku mau diajak kemana ma? Dingin ma hujan ma?" Mama yang tidak tahu bahasa bayi akhirnya menghentikan langkahnya di bawah pohon beringin yang rindang untuk berteduh..

Si bayi berkata "Ma disini agak hangat ma? Ma mimik mimik.oek oek oek. Maka di berinya susu dot. Ma aku ko ditinggal ma? Asi..k mama mau manggil papa ya asiik.."

Hingga waktu terus berjalan akhirnya tiba waktu maghrib.. "Ma.. aku dingin ma hangati ma?" Si bayi menangis oek oek oek di sertai hujan gerimis tak henti hentinya..

Si wanita itu akhirnya tiba dipos gardu ternyata disitu ada seorang laki laki tidak lain adalah jaga malam.. "Tumben darimana dik kok basah kuyup begini.." "Dari kerja mas.." jawab wanita itu sambil kebingungan kaya orang plenggang plenggong.. "Kerjanya dimana dik?" ucapnya yang penuh tanda tanya.. " Eeeaanu mas eenu. Di....di...sana ada mas..disana ada bayi mas.." Dan penjaga malam semakin curiga jangan-jangan ada yang gak berers dengan orang ini.. "Maksud kamu apa dik aku gak paham.." "Udah pokoknya datangi aja di bawah pohon beringin sana.." Sambil ngeloyor meninggalkan tempat itu.. Dalam hatinya sambil berkata, "aku gak mau menanggung aib diriku, keluargaku dan saudara saudaraku pokoknya aib ini harus kurahasiakan" gumam dalam hatinya..

Di bawah pohon yang rindang bayi itu menggigil kedinginan selimutnya gak mampu menahan dingin karena diterpa tetesan air hujan.. dari dedaunan pohon beringin.. "Ma..dingin ma..? Kenapa tinggalkan aku ma.." Dan waktu pun terus berjalan hingga jam I1 malam.. Tiba tiba sesuatu datang menghampirinya.. "Ikut saya ya disana hangat gak dingin.." Si bayi senangnya bukan main.. "Hore..papa datang mama mana.? "Aku bukan papamu nak mamamu pulang ke kerumah keluarganya papamu lagi tidur di hotel sama tante girangya nak." Sambil menangis kejang2 menahan dinginnya akhirnya terkulai lemas.. "Udah ayo ikut aku aja ya?" "Tida,..,k aku mau sama papaku dan mamaku aku sayang banget sama mama dan papa.." "Sudah ayo disini dingin.." Dengan digandeng terbang ke awang-awang entah kemana? "Lo ragaku ko di tinggal kata si bayi.." "Kamu tidak mungkin kembali keragamu nak.

yok ikut aku ke surga.." " Jadi kamu malaikat ya?" "Iya nak?" "Mama dan papa kapan kesana? Aku ingin melihat papa dan mama.? Aku masih belum bisa melihatnya umurku kan masih 1 hari." "Iya itu urusan Tuhan nak?"

Disisi lain penjaga malam masih diliput rasa penasaran yang di ucapkan wanita itu..

Akhirnya dia beranjak menuju apa yang di ucapkan wanita tadi? Dan.. "innalilahiwainn alillihi rojiu..n." dia kaget bukan main ada sosok bayi terbujur kaku dengan tangan seperti melambai disertai bibirnya yang agak membiru karena keletihan menahan dingin menangis yang bekepanjangan

Arif Yang Malang



Sarmini..seorang ibuk dengan 2 anak...
Arif Dan mona...tp sayang,si arif tidak seberuntung Adiknya...Dia cacat kaki dan Ucapanya gk berfungsi sehingga dia Hanya diam manis di rumah..

Sarmini yg selalu meManjakan anak bungsunya sama sekali,,tk menghiraukan si Cacat arif...pernah sarmini punya keingiNan memberikan si arif ke pAda orang lain...tp di halangi oleh suaminya..
4 tahun Kemudian saat arif berumur 6 tahun ayahnya meninggall...dan karena alasan mencAri pekerjaan sarmini pun pergi ke bali memBawa si mona dan membiaRkan si arif sendirian..di gubuk itu dan tampa memperdulikanya lagi..karena dia berharap ada orang lain meraza iba dan mengazuhnya..
6 tahun sudah,,sarmini hidup di bali dan menikah dengan orang asing...tampa Perduli dan ingin cari tau keadaan si arif..
Tapi...Di tengah malam tiba2 sarmini mimpi ...melihat anak laki2 meminta tolong dan memanggil ibu,,tolong arif bu..
Dan seketika Dia pun bangun tersentak..dan menangis sejadi2nya ingat putra yg di tInggalkanya...

Dengan Niat mencari si anak..sarmini pun pulang ke desa....tp apa daya takdir telah Mengambil arif 3 bulan yg lalu...dan tetangga itu mengatakan si arif tak mau keluar rumah walaupun untuk berobat,krn takut mamanya pulang tak mendapati dia rumah si ibu akan pergi lagi.
secarik kerTas pun di serahkan ke pada sarmini Dr tetangga itu..

Ibu..ini arif anakmu yg merindukan kehadiranmu..Kenapa ibu gk pulang2,apa arif nakal bu,,apa krn arif sering ngompol dan sering membuat ibu membersihkan kotoranku,,sehingga ibu meninggalkan arif,kakiku gk bisa bergerak bu mulutku pun gak sanggup berucap untuk mengatakan kalau aku ingin ke Belakang pun bibir ini tak bisa mengeluarkan swara,punya keinginan diriku melangkah sendiri,tp kaki ini gk sanggup melangkah ke kamar
mandi,ibu tau itu,jangan membenciku ibu,,,karena aku Tak berharap menjadi anak yg cacat krn penyakit polio ini.sekarang arif bisa merangkak sendiri untuk bisa ke kamar mandi..ibu cepat pulang ya..arif janji gak akan ngompol dan berak Lagi di tempat tidur...karena arif sekarang sudah Bisa merangkak...arif juga belajar menulis dr anaknya mbok nah yg tetangga kita itu..badanku panas bu malam ini..aku ingin di peluk ibu..terasa dingin banget,,bahagianya aku jika malam ini Tidur bersamamu,pasti terasa hangat..
Arif mau tidur bu..Krn badan arif megigil kedinginan..Salam sayang untukmu..
Dari anakmu..

Sarmini pun meraung raung menyesali perbuatanya...tp nasi sudah menjadi bubur,si arif pun sudah di kubur gara2 sakit demam..tampa ada orang yg tau di zaat dia menghembuzkan nafaz terakhir.secarik kertas itupun Masi di genggam erat di tangan arif...saat ajal menjemputnya...ARIF

tidak ada yg menghendaki ini zemua/...
berbagi..buat yg belum baca

Tak Mampu Hidup Tanpa Ibu


Panggil saja zaenal,aku lelaki yang begitu kurang ajar jika itu yang menilai orang lain,aku mempunyai kedua orang tua,yang menurutku mereka akan melakukan apa saja yang aku minta,pernah saat aku meminta uang untuk bermabuk - mabuk an,jelas2 aku tahu bapaku lagi gak enak badan dan tidak berangkat untuk bekerja,karena aku merasa kecewa aku pun marah2 dan membanting semua piring2 yang kebetulan aku lihat,
Ntah apa yang aku pikirkan waktu itu,aku merasa di manja karena aku anak laki2 yang paleng kecil,kedua kakak ku wanita semua telah berumah tangga.tinggal aku seorang yang menemani mereka,
Ibuku buruh cuci pakaian dan jualan nasi pecel di depan rumah,sedangkang bapaku buruh becak dan kuli panggul di pasar tempat tinggalku.
Semua makanan apa yang aku mau semua pasti di turuti karena aku sering mengancam kalau tidak di turuti semua itu aku akan mencuri,itu yang membuat orang tuaku merasa kwatir sehingga menuruti apapun yang aku mau,rokok pun pasti setiap pagi ada di meja kamarku,
Teringat di kalah kedua wajah orang tuaku ketakutan jika melihat aku pulang dalam keadaan mabuk dan marah2 tanpa sebab,

Hingga suatu hari di malam minggu,aku seperti biasa bermabuk mabuk an dengan teman2ku dan terlibat pertawuran yang mengakibatkan salah satu musuh kami meninggal,
Aku dan teman2ku pun berpencar karena kami jadi buronan polisi.
Waktu di hari pelarianku di jawa tengah di sebuah masjid,ku coba untuk menelfon ibuku,ntah rasa kangen itu tiba2 muncul..
Bagaikan sebuah palu jatuh di kepalaku saat mendengar kalau bapaku di penjara karena sebagai jaminan agar aku segera menyerahkan diri.dan kini ibuku sakit karena terlalu memikirkan masalah ini.
Tanpa pikir panjang aku pun bergegas pulang dan menyerahkan diri,saat pelarianku selama 1 bulan,malam itu hari pertama aku melihat ibuku..tak pernah aku melihat air mata ibu begitu deras membasahi pipinya,aku pun tak kuasa ikut menangis bersamanya,masih ku ingat kata2 ibuku,andaikan hukum bisa di gantikan,lebih baik ibu yang di dalam penjara bukan kamu juga bukan ayahmu,aku tak sanggup jauh dari kalian..
Seketika aku menangis dan memeluk beliu aku meminta maaf dan berjanji memperbaiki diri dan sifatku kelak jika aku sudah bebas dr tahanan..Di dalam tahanan setiap hari ibuku menjenguku,sering ku larang beliu datang tiap hari karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit,tp ibuku tetap datang tiap hari walaupun setiap hari harus mengeluarkan 15 rb untuk mengunjungiku,
Tiap hari ku ucap maaf dan berjanji akan berubah dan berbakti pada beliu,,ku lihat wajah ibuku tersenyum..

Hingga di tahun 3 masa tahananku,ku tunggu ibuku setiap pagi untuk mengantarkan makanan dan rokok untuk ku,tp ntah kenapa hari itu hingga waktu kunjuungan habis ibuku tak kunjung datang,aku berpikir mungkin ibuku tidak punya uang untuk menengoku..

keesokan harinya,sepupu ku datang dengan raut wajah yang sedih,dengan linangan air mata sepupuku mengabarkan kalau ibuku kena musibah tabrak lari saat mau mengunjungi aku.dan seketika meninggal di tempat,terasa dada dan jantungku berhentik sejenak aku tidak mempercayai itu semua,aku masih kurang yakin sehingga sepupuku menyuruh tlp ke bapaku untuk mengetahui kebenarannya. bergegas aku menelpon bapaku..tpi seketika aku lunglai dan hp yang ku pegang terjatuh saat mendengar bapaku sudah menggap aku mati,dia tidak mengakui aku anaknya lagi,karena bapaku beranggapan aku lah penyebab kematian ibuku..
Aku menangis dan meminta maaf,tapi tidak di hiraukan..dengan swara terbata bata bapaku bilang "cukup penderitaan kami karena ulahmu,ibumu meninggal,begitu juga kamu aku anggap meninggal,tidak pernah tahu apa yang di lakukan ibumu di rumah,siang malam dia bekerja hanya untuk mendapatkan uang agar bisa menjenguk dan membelikanmu makanan,tp kini ibumu benar2 letih sehingga meninggalkan aku seorang diri,kamu sudah dewasa kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau,tp aku tidak sesabar ibumu,kini aku anggap aku tidak mempunyai anak seperti kamu lagi."
Dan seketika hp di matikan..

Air mata ini tiap hari jatuh membasahi pipi,ku berusaha bertobat dan memperbaiki diri di dalam tahanan ini,tidak ada seorangpun yang menengoku,aku betul2 merasakan kesepian yang sangat dalam kini.
Ibu hanya doa yang mampu aku beri untuku.maafkan anakmu,aku berjanji jika kelak habis masa tahananku,aku akn berusaha menjadi orang baik dan berusaha merawat bapak,agar bapak mau memaafkan aku..
Terima kasih ibu..tiada yang kebahagian tak terbatas tiada yang istimewa selain saat - saat kau di sampingku IBU,penyesalanku KENAPA SEBELUM AKU MEMBALAS JASAMU,KAU KEBURU PERGI MENGHADAP SANG KAHLIK,AKU MENYESAL..BU.

Selasa, 07 Mei 2013

Renungan untuk anak kepad ibunya

Ini kisah sedih seorang ibu.
Takan ada seseorang lain yang dapat menggantikan tempat seorang ibu di dunia ini.
Ini crita lama aku sajikan cerita semula kisah yang sedih ini.
Cerita ini dalam bentuk luahan hati seorang anak yang bersedih akibat kelalaian atau dengan kata lain kedurhakaannya kepada seorang ibu.

Cerita si anak.....

Ibuku buta sebelah mata !!!
Aku bbenci ibuku...
Dia amat sangat memalukanku.
Tugasnya hanya memasak untuk guru dan pelajar untuk menyara keluarga kami...

Pada suatu hari semasa aku sekolah di sekolah rendah, ibuku datang kesekolah hanya sekedar untuk bertanya kabarku....
Aku sngguh malu, mengapa dia sanggup melakukan ini pada ku...!
Aku tidak pedulikan dia, dengan menunjukan wajah benci padaya dan terus berlari...

Keesokan harinya salh seorang teman ku berkata " EEE, Ibu mu hanya ada satu mata.."

Ketika itu, aku ingin menahan air  mataku agar tidak jatuh...

Aku juga mau ibuku hilang dari hidupku..!!
Oleh itu aku berjumpa dengannya dan berkata " Jika engkau ingin jadikan diriku bahan ketwaan orang, alangkah baiknya kalau kau mati saja !!!! "

Ibuku hanya berdiam diri setelah aku berkata itu.

Aku pun tidak sejenak berfikir akan apa yang telah aku katakan padanya, karena aku tengah marah ketika itu, dan akupun tidak peduli tentang perasaannya..

Aku ingin keluar dari rumah itu...
Oleh karena itu aku belajar sunguh-sungguh supaya aku dapat beasiswa ke singapur..
Dan akhirnya, aku bisa melanjutkan pelajaran ke singapur

Kemudian aku berkawin dan membeli sebuah rumah dan mempunyai anak ...
Aku amat gembira dengan kehidupanku sekarang.

Suatu hari ibu datang untuk melihat keadaan ku sekarang. sudah lama ia tidak berjumpa dengan ku dancucunya.

Bila ia berdiri di depan pintu rumah ku, anak ku selalu menangis karena ketakutan.

Aku menjerit kepadannya " Sanggup engkau datang kesini dan menakuti anakku !!!!, KELUARDARI SINI SEKARANG !!!! "

Dengan pantas ibuku menjawab. " Maaf, saya tersilap alamat " lalu sang ibu pergi menghilangkan diri.

Suatu hari, datang surat penjemputan pelajar-pelajar lama kepadaku.
Selepas perjumpaan itu..Aku pergi kerumah ibuku hanya sekedar ingin tau keadaannya..

Jihan memberitau ku bahwa ibu sudah meninggal...Mendengar itu, aku tidak sedikitpun menitikan airmata...!!

Kemudian jihan memberiku sepucuk surat dari ibu, yang sudah di tulis ibu sebelum meninggal, dan ibu ingin sekali suratnya dibaca aku...

" Anak ku tercinta, Ibu slalu teringatkan kamu sepanjang masa, Ibu minta maaf karena ibu datang ke singapura tidak bilang dulu sama kamu dan telah menakuti anak mu...!!!,ibu gembira karena kamu akan datang ke perjumpaan pelajar-pelajar lama.....!, tapi mungkin ibu tidak akan bangun untuk bertemu dengan mu...!, ibu minta maaf karena ibu selalu membuat kamu malu dalam hidup mu..,kamu mungkin tidak tau !!!, semasa kamu kecil, kamu telah mendapatkan kemalangan dan mempunyai satu mata,,,sebagai ibu, aku tak sanggup melihat anaknya membesar dengan satu mata..,oleh itu, aku memberi satu mata ku untuk mu nak,,, aku amat bangga karena anak ku bisa melihat dunia ini dengan dua mata...!! dengan kasih ku pada mu,...."

                                                                                                                                   IBUMU

Setelah aku membaca surat dari ibu, aku tak kuasa menahan air mataku...lalu aku minta tolong jihan untuk tunjukan makam ibunya...
Setelah sampai di makam ibu, aku langsung minta maaf sama ibuku, walaupun dengan nisannya.



gimana sobat,,,,sedihkan,,,,??? makadari itu, selagi ibu kita masih hidup, jangan pernah kau sia-siakan ibumu...karena kalau tidak...ku akan mersakan penyesalan yang mendalam.





Senin, 06 Mei 2013

Membeli Waktu " Renungkan "

Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul  21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu  sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah.  Sepertinya ia sudah menunggu lama.
“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja,  dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.
“Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”, kata sang anak.
“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta  uang lagi ya?”, jawab sang ayah.
“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…” kata anaknya
.
“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap bulan  rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”, tanya sang ayah.
Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.
Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.

“Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”
“Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!”
Tapi sang anak tidak mau beranjak. “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”
“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur”
“Tapi papa..”
“Sudah, sekarang tidur” suara sang Ayah mulai meninggi.
Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.
Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.
Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata  “Maafin Papa ya! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini.. Besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu  juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?”
“Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”
“Iya..iya..tapi buat apa??” tanya sang Papa.
“Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tadi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa” Sang Papa cuma terdiam.
Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis..
Ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..
“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.
“Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa  bekerja keras. Maafkan Papa anakku” kata sang Papa ditengah suara tangisnya.
Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papanya.
=================================================
Saya ingin bertanya kepada Anda saat ini..
Sebetulnya, apakah alasan Anda untuk bekerja sangat keras dan mencari kesuksesan karir Anda?
Demi uang yang banyak? Atau sesungguhnya demi keluarga Anda?
Seringkali kita bekerja terlalu sibuk sehingga kita melupakan bahwa di akhir, keluargalah yang terpenting.
Tidak ada gunanya Anda sukses tapi pada akhirnya keluarga Anda telah meninggalkan Anda atau hubungan Anda dengan keluarga telah rusak.
Sesungguhnya, untung anak tersebut bicara dan komunikasi dengan orang tuanya untuk mencurahkan perasaannya.
Sering kali, anak cenderung diam dan bahkan tidak berbicara sama sekali tentang kondisinya kepada orang tua.
Ketika di tanya mereka hanya menjawab “Tidak ada apa-apa”
Bagaimana caranya Anda bisa menyelesaikan masalah jikalau Anda bahkan tidak tahu masalahnya dimana?
Hal ini sering kali terjadi pada anak dan khususnya terjadi pada anak di masa remaja.
Mereka merasa diabaikan/ditinggalkan, tidak di cintai, tidak dihargai oleh orang tuanya sendiri..
Pertanyaan berikutnya mungkin cukup berat untuk Anda..
“Menurut Anda, lebih baik Anda mencintai anak Anda atau Anak Anda merasa di cintai oleh Anda?”
Coba renungkan jawaban dari pertanyaan tersebut..
Jadi, apa yang bisa Anda lakukan?
Pelajari bahasa cinta anak Anda dan lakukan yang terbaik  untuk memenuhi cinta anak Anda.
Setiap anak memiliki bahasa cinta yang berbeda…
Ada yang merasa waktu berkulitas cukup, ada yang berharap  dari hadiah, ada yang perlu di peluk.
Setiap anak unik tapi Anda bisa mengenalnya..
Lalu, bagaimana jikalau mereka tidak berbicara?
Itulah gunanya tulisan tangan mereka. Anda bisa melihat emosi mereka di dalam tulisan tangan mereka.
Itulah pentingnya Anda mengerti akan tulisan tangan dan  mempelajarinya. Anda akan tahu dengan pasti situasi anak  Anda dan apa yang terjadi pada mereka.

Renungan Untuk Sang Ayah

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit

 kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin

kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun

ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. Karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil, tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi.

Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis…. jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala (*_~).

Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa “melihat” para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya.

Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.
Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.

Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan.

Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?…. mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” (^_~).

Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. (*_~).

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.
Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam… walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.
Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah
AYAH ITU MURAH HATI…..

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…. .

Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ….

Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka…..

Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….

Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya..

.. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

Ayah akan berkata “tanyakan saja pada ibumu” ketika ia ingin berkata “tidak”.

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.

Ayah mengatakan “tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya….

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah mengira seratus adalah tip..; Seribu adalah uang saku..; Gaji pertamamu terlalu besar untuknya…

Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis). Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster… tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

Kalau tidak salah ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”

Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: “jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan: “jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….

Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah, ssssssssttt…!
Tau gak siii? Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN

Jumat, 03 Mei 2013

di tinggal sang ibu, anak laki laki raawat ayah lupuh seorang diri

Minggu, 21 April 2013 19:00 Hidup harus terus berjalan, tidak boleh menyerah dengan melakukan kejahatan, terus melanjutkan hidup dengan penuh tanggung jawab karena hidup kita sudah dirancang oleh Sang Pencipta. Kalimat itu keluar dari bibir seorang anak laki-laki yang menjadi inspirasi banyak orang di seluruh dunia. Nama anak ini adalah Zhang Da, usianya masih 10 tahun di tahun 2001. Saat itu, Zhang Da harus menerima kenyataan pahit karena ibunya pergi begitu saja, tidak tahan dengan kemiskinan yang diderita keluarga sekaligus putus asa merawat ayah Zhang Da yang lumpuh dan sakit-sakitan. Ditinggalkan oleh ibu membuat Zhang Da kecil menjadi tulang punggung keluarga. Dia tinggal dengan ayahnya dan menafkahi hidup mereka berdua. Semua pekerjaan rumah dilakukan Zhang Da yang masih 10 tahun, termasuk merawat ayahnya yang lumpuh, memandikan, membersihkan kotoran, memasak, mencuci pakaian dan semua pekerjaan. Semua itu dilakukan setiap hari tanpa mengeluh. Sebuah tindakan mulia dari seorang anak yang masih kecil. Terus Sekolah dan Jadi Tukang Pemecah Batu Satu hal yang membuat banyak orang terinspirasi, walaupun Zhang Da harus merawat ayahnya, dia tidak mau meninggalkan sekolah. Setiap hari dia berjalan kaku menuju sekolah melewati hutan kecil. Kadang Zhang Da tidak makan di rumah, dia akan memakan tumbuhan apa saja yang ditemui sepanjang jalan, mulai daun-daun hingga jamur. Dia melakukan seleksi, jika rasa tumbuhan tidak enak, dia akan meninggalkannya. Sejuah ini, Zhang Da beruntung tidak memakan tumbuhan beracun. Selain sekolah dan merawat ayahnya, Zhang Da harus membeli obat dan makanan. Hal itulah yang membuatnya bekerja sebagai tukang batu. Setiap hari, Zhang Da memanggul keranjang batu dan menjadi tukang pemecah batu. Uang yang dihasilkan digunakan untuk membeli makanan dan obat untuk ayahnya. Zhang Da tidak hanya bekerja keras, dia juga cerdas. Dia tahu ayahnya membutuhkan suntikan obat rutin, tetapi tidak sanggup membayar jasa medis. Zhang Da tidak kehabisan akal, dia membeli buku cara menyuntik, mempelajari caranya dan memberi suntikan rutin untuk ayahnya. Bayangkan, Zhang Da masih berusia anak-anak dan sanggup melakukan semua pekerjaan berat itu seorang diri. Aku Tidak Ingin Harta, Aku Hanya Ingin Ibu Kembali Dengan kegigihan yang dilakukan Zhang Da, pada tahun 2006, pemerintah Nanjing, Provinsi Zhejiang memberikan penghargaan pada tokoh-tokoh nasional dan tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama penerima penghargaan, ada nama Zhang Da. Dia menjadi penerima penghargaan paling muda, saat itu usianya sudah 15 tahun. Acara disiarkan melalui televisi nasional, Zhang Da diminta untuk tampil di panggung. Pembawa acara bertanya mengapa Zhang Da mau berkorban dan berjuang, padahal dia masih anak-anak. Zhang Da menjawab, "Hidup harus terus berjalan, tidak boleh menyerah dengan melakukan kejahatan, terus melanjutkan hidup dengan penuh tanggung jawab karena hidup kita sudah dirancang oleh Sang Pencipta." Tepuk tangan membahana untuk Zhang Da. Pembawa acara kembali bertanya, "Zhang Da, katakan apa yang kamu inginkan! Kamu ingin sekolah dimana? Apa yang kamu inginkan dan berapa uang yang kamu butuhkan hingga lulus kuliah? Katakan saja apa yang kamu inginkan! Di sini ada banyak pejabat, pengusaha dan orang terkenal. Saat ini, ada ratusan juta orang yang menonton dalam layar televisi" Zhang Da terdiam beberapa saat. Sang pembawa acara dengan suka cita mengingatkan, "Katakan saja!" Dengan bibir bergetar, Zhang Da mengatakan, "Saya mau ibu saya kembali. Ibu, kembalilah ke rumah, karena saya sudah bisa mandiri, saya juga bisa merawat ayah. Aku mohon, kembalilah ibu.." Mendengar permintaan itu, air mata penonton berjatuhan. Zhang Da tidak meminta perawatan kesehatan untuk ayahnya, dia tidak meminta rumah yang lebih layak, bahkan tidak meminta jaminan sekolah hingga kuliah. Walaupun Zhang Da telah berjuang sangat banyak dan sangat berat di usia yang masih kecil, bahkan telah memberi inspirasi banyak orang, Zhang Da tetaplah anak yang merindukan kasih sayang ibunya. Bahkan dengan kenyataan, sang ibu pergi meninggalkannya. Ladies, jadikan kisah ini sebagai pelajaran. Seharusnya kita malu jika masih banyak mengeluh akan hidup. Satu hal lagi, sebagai seorang ibu atau calon ibu, selalu berikan kasih sayang Anda untuk buah hati dan suami tercinta, dalam suka dan duka.